Pages

Jumat, 25 Juli 2014

Tips Mencegah Hypothermia Sewaktu Mendaki Di Gunung

Mendaki gunung memerlukan kesiapan fisik,  mental, perbekalan dan pengetahuan yang baik. Banyak musibah pendakian gunung terjadi karena minimnya hal – hal tersebut. Ataupun kurangnya pengetahuan survival sehingga jatuh dalam kondisi hypothermia akut.
Berikut adalah tips mencegah hypothermia di gunung :

1. Aklimatisasi / penyesuaian diri dulu terhadap lingkungan. Sebelum naik usahakan jalan jalan tanpa jaket disana (basecamp) , kemudian jangan pakai Jaket Gunung dahulu, gunakan pada saat butuh saja, waktu sudah di atas.

2.Usahakan bila Mendaki gunung jangan menggunakan kaos dari katun. Bahan katun jika basah keringat sulit keringnya. Ini biasanya menyebabkan menggigil walaupun sudah memakai Jaket Sweater Sebaiknya memakai baju bahan sintetis (polyester/spandex/nylon) yang menyerap keringat dan berlengan panjang.

3. Bawa bekal yang cukup untuk Mendaki gunung. Bekal praktis seperti
coklat batangan, muesli bar, atau energy booster (seperti gel dengan glukosa, biasanya digunakan para pesepeda) sangat berguna sebagai cadangan makanan yang ringan dibawa dan menghasilkan energi lumayan. Juga biasakan mengamati sekitar, jika melewati air sungai atau daun2an yang kita kenali bisa dimakan kalau kepepet.

4. Menjaga tubuh tetap kering dan hangat. Salah satunya selalu membawa jas hujan ponco, bagaimanapun kondisinya. Bila punya baju dan jaket tahan air (gore-tex based) juga bisa (tapi ini mahal di ongkos). Jangan lupa kaos tangan dan kaos kaki. Khusus kaos kaki bawa ekstra jika perlu.

5. Bila jalan dengan teman harus saling menjaga. kalau jalan sendiri siapkan piranti darurat komunikasi, HP kadang kurang efektif karena tidak ada sinyal. Bawa alat darurat sinyal seperti peluit atau cermin.

6. Jangan paksakan jalan terus kalau kecapaian dan kelelahan. Berhenti, pasang tenda dan buat makanan atau minuman yang cepat dihidangkan, seperti sup instant atau teh manis. Paksakan walaupun kurang suka, sebab makanan adalah sumber energi untuk tetap jalan. Selain itu, makanan juga membuat tubuh jadi hangat karena memulai metabolisme tubuh.

7. Bawa selimut darurat (emergency blanket or space blanket). Ini mungkin sudah ada di Indonesia. Bentuknya seperti lapisan aluminium foil yang tipis dan dipakai untuk menyelimuti tubuh. Fungsinya : membuat tubuh tetap hangat, merefleksikan sinar matahari dan tidak kehujanan.. Space blanket ini hanya bersifat memantulkan panas tubuh. Untuk mendapatkan hasil maksimal bisa dibawa Bivy Sack yang terbukti lebih baik hasilnya. Bentuknya seperti selimut plastik, dengan berat sekitar 200gr. Kemampuannya lebih tahan lama dari space blanket.

8. Penghangat tubuh sementara (body warmer). Ini semacam plester tubuh
kalau kedinginan. Biasa dipakai untuk yang melakukan olahraga ektrem di salju (ski, ice climbing, mountaineering) . Kelemahannya : hanya bisa dipakai sekali saja dengan durasi 12 jam. Karena bentuknya tipis dan ringan, biasanya diselipkan di jaket kalau kondisi cuaca dan badan memburuk.
Terakhir, saya ingatkan meskipun membawa outdoor gear yang memadai tapi tidak tahu bagaimana menggunakan, hasilnya juga tidak optimal.

/BOYOPIKNIKER/RED FLAG INDONESIA/TIPS


Sumber : ambarbriastuti.blogspotdotcom.

0 komentar:

Posting Komentar